Kebudayaan barat
Kebudayaan
Barat adalah sebuah kebudayaan yang dipromosikan lewat globalisasi.
Sebuah kebudayaan yang ternyata bersifat kontradiktif antara unsur
kebudayaan yang satu dengan yang lainnya. Kebudayaan Barat dikatakan
kontradiktif, karena beberapa hal yaitu:
Adanya usaha
pengeliminiran antar unsur kebudayaan. Kondisi ini dapat dilihat dari
peperangan yang terjadi antara keyakinan dengan sains, keyakinan dengan
filsafat, keyakinan dengan seni, keyakinan dengan ekonomi, politik
dengan moralitas, moralitas dengan ekonomi, dan lain-lain. Dapat
dilihat, suatu hal yang umum diketahui bahwa kondisi tersebut wajar
terjadi. Dan bahkan kerap digeneralisir kepada seluruh kebudayaan yang
ada di seluruh pelosok bumi. Sehingga muncul anggapan yang naif akibat
pencitraan dan kegelapan mata, bahwa sangat sulit untuk menyatukan atau
menghentikan peperangan tersebut.
Inilah penyebab yang
mungkin membuat Barat membuat sebuah mekanisme pelumpuhan kemampuan
mendominasi atau menyerang kepada unsur kebudayaan lain. Lewat
pencitraan bahwa di balik segala sesuatu ada kekuasaan, relativitas
kebenaran, teologi global, pluralisme agama, anarkis metodologis, Hak
Asasi Manusia, dan masih banyak lainnya. Dan usaha tersebut sudah
menampakkan pengaruhnya dalam kehidupan seluruh manusia yang terjangkau
oleh globalisasi.
Kebudayaan barat
dibangun dengan semangat Yunani dengan Filsafat sebagai “teologi”,
demokrasi sebagai sistem politik, protestan sebagai keyakinan tanpa
ibadah (deisme), sekulerisme sebagai alat potong dan pelumpuhan
intervensi dari pihak manapun. Kebudayaan Barat lahir bukan dari prinsip
yang utuh dan meliputi, akan tetapi bersifat parsial dan tidak dapat
dihubungkan atau bertentangan, maka dari hal tersebut akan terjadi
isolasi maupun perperangan.
Mengisolasi atau
isolasi unsur kebudayaan yang satu dengan yang lain, sebenarnya
merupakan konsekuensi dari eklektis-kontradiktifnya kebudayaan Barat,
karena unsur-unsur kebudayaannya tidak berhubungan bahkan bertentangan
satu sama lain. Usaha untuk mengisolasi ini adalah sebuah hal yang sudah
kita ketahui, lewat ungkapan-ungkapan, seperti seni untuk seni (seni
murni), sains untuk sains, politik untuk politik, ekonomi untuk ekonomi,
dan hukum untuk hukum.
Adanya ideologisasi
pada kebudayaan Barat, dapat dilihat dari penggunaan akhiran “-isme”.
Misalnya, materialisme, idealisme, relativisme, empirisme, rasionalisme,
positivisme, kapitalisme, sosialisme, komunisme, liberalisme,
feminisme, hedonisme, dan masih banyak yang lainnya. Salah satu contoh
yaitu Liberalisme, Liberalisme adalah sebuah ideologi yang liberal mulai
dari sisi ontologis hingga etis. Masing-masing ideologi sudah mengatur
pandangan mulai dari tataran ontologis hingga etis.
Dapat dikatakan bahwa
Barat sebagai sebuah kebudayaan adalah sebuah budaya yang sakit dan kini
sedang mempopulerkan dirinya lewat globalisasi, sehingga manusia dalam
kebudayaan lain menjadi ikut sakit. Kebudayaan lain, sebenarnya adalah
kebudayaan yang lebih baik daripada kebudayaan Barat. Kebudayaan lain
itu memiliki sebuah kesatuan hubungan antar unsur kebudayaannya. Tidak
ada isolasi, ideologisasi, dan pengeliminiran dalam kebudayaan mereka.
PERKEMBANGAN BUDAYA DI INDONESIA
Sebagai contoh adalah batik hasil dari budaya indonesia, batik tersebut belakangan ini termasuk bahan-bahan yang diminati oleh masyarakat luar. Muncul trend ini dikarenakan batik telah diresmikan bahwa batik tersebut telah ditetapkan oleh UNESCO pada hari jumat tanggal 02 oktober 2009 sebagai warisan budaya indonesia, dan hari itulah ditetapkannya sebagai hari batik nasional.
Ada sejumlah kekuatan yang mendorong terjadinya perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia. Secara kategorikal ada 2 kekuatan yang mmicu perubahan sosial, Petama, adalah kekuatan dari dalam masyarakat sendiri (internal factor), seperti pergantian generasi dan berbagai penemuan dan rekayasa setempat. Kedua, adalah kekuatan dari luar masyarakat (external factor), seperti pengaruh kontak-kontak antar budaya (culture contact) secara langsung maupun persebaran (unsur) kebudayaan serta perubahan lingkungan hidup yang pada gilirannya dapat memacu perkembangan sosial dan kebudayaan masyarakat yang harus menata kembali kehidupan mereka .
struktur penduduk
macam macam migrasi
Komposisi
penduduk adalah dimana suatu Negara yang mempunyai wilayah yang luas dan
memiliki banyak penduduk didalam satu Negara tersebut, dari banyaknya penduduk
tersebut akan dikelompokan berdasarkan kriteria tertentu.
Biasanya
dalam pengelompokan itu kriteria yang diambil kebanyakan adalah umur, jenis
kelamin, mata pencaharian, dan tempat tinggal. Semua itu dikelompokkan agar
tidak terjadi masalah-masalah sepele yang timbul.
Struktur
penduduk terdiri dari 3 jenis, yaitu :
- Piramida Penduduk Muda : Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian. Bentuk ini umumnya kita lihat pada negara – negara yang sedang berkembang. Misalnya : India, Brazil dan Indonesia.
- Piramida Stationer : Bentuk piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Piramida penduduk yang berbentuk system ini terdapat pada negara-negara yang maju seperti Swedia, Belanda dan Skandinavia.
- Piramida Penduduk Tua : Bentuk piramida penduduk ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian yang kecil sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar, maka suatu Negara bias kekurangan penduduk. Negara yang bentuk piramida penduduknya seperti ini adalah Jerman, Inggris, Belgia dan Perancis.
migrasi di bagi menjadi dua yaitu:
Pertama , Migrasi Internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :
Pertama , Migrasi Internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :
- Imigrasi => Masuknya penduduk ke suatu negara
- Emigrasi => Keluarnya penduduk ke negara lain
- Remigrasi => Kembalinya penduduk ke negara
- Urbanisasi => Dari Desa ke Kota
- Transmigrasi => Dari Pulau ke Pulau
- Ruralisasi => Dari Kota ke Desa
- Evakuasi => Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman
- 1. Pengertian ISD
- 2. Tujuan ISD
a. Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial danmasalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat.
b. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalamusaha-usahamenanggulanginya.
c. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakatselalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya)secara kritis-interdisipliner.
d. memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dandapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulanganmasalah sosial yang timbul dalam masyarakat.
- 3. Kelompok Ilmu Pengetahuan
a.) Ilmu Pengetahuan Alam,
b.) Ilmu Pengetahuan Sosial,
c.) dan Ilmu Pengetahuan Budaya atau yang lebih umum disebut adalah Ilmu Pengetahuan Humaniora.
Pengelompokan ilmu pengetahuan ini yang mendasari pengembangan Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, dan Ilmu Budaya Dasar, Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Alamiah Dasar bisa di satu keterkaitkan dengan IPA Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu Sosial Dasar bisa di satu keterkaitkan dengan IPS Ilmu Pengetahuan Budaya dan Ilmu Budaya Dasar bisa di satu keterkaitkan dengan Humaniora pada dasarnya semuanya saling keterkaitkan dengan salah satu bidang yang sama dan tujuan yang sama.
- 4. Perbedaan antara ISD dan IPS adalah :
b.) Ilmu Sosial Dasar merupakan satu matakuliah tunggal, sedang Ilmu
c.) Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan).
d.) Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan ketrampilan intelektual
Tidak ada komentar:
Posting Komentar