Kamis, 03 Desember 2015

tugas softskill 1

TUGAS SOFTKILL KE-1

TUGAS SOFTSKILL KE-1
MATA KULIAH : TEORI ORGANISASI UMUM 2


1.Pengertian Permintaan & Penawaran

* Permintaan adalah jumlah barang atau komoditi yang diminta oleh pembeli untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar ekonomi.


               
* Penawaran adalah jumlah barang atau komoditi yang akan diproduksi dan ditawarkan untuk dijual dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar ekonomi

2.Hukum Permintaan & Penawaran

Hukum Permintaan
“Semakin tinggi harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang diminta, Semakin rendah harga suatu barang makin banyak jumlah barang yang diminta.”
Dalam hukum permintaan, jumlah suatu barang akan berbanding terbalik dengan tingkat harga barang tersebut. Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang di minta, hal ini dikarenakan daya tarik untuk membeli semakin menurun yang disebabkan oleh mahalnya harga jual barang tersebut.
Contoh hukum permintaan pada saat ini :
·         Ketika harga kedelai semakin tinggi, pengusaha tempe tahu cenderung beralih menggunakan kedelai yang lebih rendah jenisnya, bahkan ada pengusaha yang sampai gulung tikar karena tidak sanggup membeli bahan baku pembuatan tempe dan tahu tersebut.
·         Begitu pula dengan naiknya harga bawang, mahalnya harga bawang berdampak pada kurangnya minat ibu rumah tangga untuk membeli banyak bumbu dapur yang satu ini.






Hukum Penawaran
“Bila tingkat harga naik, maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik,Bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan akan turun“
Dalam hukum penawaran, semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya, semakin rendah harga barang, jumlah yang ditawarkan semakin sedikit juga.
Contoh hukum penawaran pada saat ini :
Hubungan antara harga kain batik dan jumlah pakaian batik yang akan dijual oleh Seorang pedagang, maka ia berencana sebagai berikut:
bila harga satu kodi pakaian Rp. 450.000 maka ia akan menjual sebanyak 10 kodi
bila harga satu kodi pakaian Rp. 500.000 maka ia akan menjual sebanyak 15 kodi
bila harga satu kodi pakaian Rp. 600.000 maka ia akan menjual sebanyak 20 kodi
bila harga satu kodi pakaian Rp. 650.000 maka ia akan menjual sebanyak 25 kodi

Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan & Penawaran

Faktor yang mempengaruhi permintaan
  • Perilaku konsumen / selera konsumen
  • Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
  • Pendapatan/penghasilan konsumen
  • Perkiraan harga di masa depan
  • Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Faktor yang mempengaruhi penawaran
  • Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
  • Tujuan Perusahaan
  • Pajak
  • Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
  • Prediksi / perkiraan harga di masa depan




Penentuan Harga Keseimbangan
Harga adalah perwujudan nilai tukar atas suatu barang/jasa yang dinyatakan uang. Oleh karena itu, harga merupakan nilai tukar obyektif atas barang/jasa dan nilai tukar obyektif itu sendiri adalah harga pasar atau harga keseimbangan. Harga pasar tidak terbentuk secara otomatis akan tetapi melalui suatu proses mekanisme pasar yakni tarik menarik antara kekuatan pembeli dengan permintaannya dan kekuatan penjual dengan penawarannya.
Harga keseimbangan dapat diartikan harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga. 

Pendekatan Perilaku Konsumen
                              Pendekatan Cardinal (Cardinal Approach).
Asumsi yang beraku jika nilai guna dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif dan alat ukurnya adalah uang. Uang dapat digunakan sebagai alat ukur apabila uang dipandang sebagai subjek. Contoh: Semakin tinggi tingkat kepuasan seseorang dalam mengkonsumsi suatu barang artinya barang tersebut mempunyai nilai guna yang sangat tinggi bagi kehidupannya, maka semakin besar pula kesediaan konsumen tersebut untuk mengorbankan uangnya, sebaliknya semakin rendah nilai guna barang tersebut akan semakin kecil pula kesediaan konsumen mengorbankan uangnya.
Tingkat kepuasan konsumen terdiri dari dua konsep, yaitu:
  • Kepuasan total (Total Utility) adalah kepuasan menyeluruh yang diterima oleh individu dari mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa.Hukum TU: Increasing Total Utility , artinya semakin banyak barang yg dikonsumsi persatuan waktu, semakin besar jumlah nilai guna (TU) yg diperoleh, sampai pada satu titik tertentu (titik kepuasan maksimal). Setelah titik ini tercapai penambahan jumlah barang yg dikonsumsi akan menimbulkan TU yg menurun.
  • Kepuasan tambahan (Marginal Utility) adalah perubahan total per unit dengan adanya perubahan jumlah barang atau jasa yang dikonsumsi. Hukum MU: The Law of Diminishing Marginal Utility , artinya semakin banyak suatu barang yg dikonsumsi pertambahan nilai guna (kepuasan) yg diperoleh dari setiap pertambahan 1 unit barang yg dikonsumsi akan menurun.



Pendekatan Ordinal (Ordinal Approach).
Dalam Pendekatan Ordinal daya guna suatu barang tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang.
Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah indefference curve danbudget line. Kurva indefference, yaitu kurva yang menunjukkan kombinasi dua macam barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan sama. SedangkanBudget Line (Garis Anggaran) adalah suatu garis anggaran pengeluaran yg memperlihatkan hubungan berbagai titik kombinasi dari dua macam barang yg dikonsumsi dengan batas anggaran tertentu yg sama .
Keinginan konsumen dinyatakan dengan Indifference Curve (IC) dan kemampuan konsumen dinyatakan dengan Budget Line (BL). Secara teori keseimbangan konsumen terjadi ketika BL bersinggungan dengan IC.

Konsep Elastisitas
Elastisitas adalah pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang yang diminta atau yang ditawarkan. Dengan kata lain elastisitas adalah tingkat kepekaan (perubahan) suatu gejala ekonomi terhadap perubahan gejala ekonomi yang lain.
Elastisitas Harga Permintaan (Ep)
Tingkat perubahan terhadap barang atau jasa, yang diakibatkan perubahan harga barang atau jasa tersebut. Besar atau kecilnya tingkat perubahan tersebut dapat diukur dengan angka-angka yang disebut koefisies elastisitas permintaan. Elastisitas harga permintaan dibedakan menjadi 5, diantaranya:
  • Permintaan elastisitas sempurna
  • Inelastis
  • Elastis Uniter
  • Elastis Sempurna
Elastisitas Silang (Ec)
Hubungan antara jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan dengan barang tersebut. Terdapat tiga macam respons perubahan permintaan, diantaranya:
* Elastisitas silang positif. Peningkatan harga barang A menyebabkan peningkatan jumlah permintaan barang B.
* Elastisitas silang negatif. Peningkatang harga barang A menyebabkan turunnya permintaan barang B.
* Elastisitas silang nol. Peningkatan harga barang A tidak mengakibatkan perubahan permintaan barang B.
Elastisitas Pendapatan (Ei)
Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumer akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perobahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan. Elastisitas pendapatan ini dapat dihitung dengan membagi persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentase perubahan pendapatan.
Jika pendapatan naik, maka orang akan membelanjakan bahagian pendapatan yang lebih kecil untuk suatu barang, bila pendapatannya naik. Apabila yang terjadi adalah kenaikkan pendapatan yang berakibatkan naiknya jumlah barang yang diminta, maka tanda elastisitas tersebut adalah positif dan barang yang diminta sebut barang normal atau superior.
Bila kenaikan dalam pendapatan tersebut berakibat berkurangnya jumlah suatu barang yang diminta, maka tanda elastisitas terhadap barang tersebut adalah negatif dan barang ini disebut dengan barang inferior atau giffen.
Faktor penentu elastisitas permintaan:
  • Tingkat kemampuan barang-barang lain untuk mengganti barang yang bersangkutan.
  • Persentasi pendapatan yang akan dibelanjakan untuk membeli barang tersebut.
  • Jangka waktu didalam mana permintaan itu dianalisa.

Senin, 09 Februari 2015

Tulisan contoh perkembangan teknologi dan dampaknya pada bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM


Perkembangan Teknologi dan Dampaknya


1.     Ideologi
Perkembangan teknologi dalam bidang ideologi mengakibatkan keterpurukan ekonomi dan kemiskinan suatu bangsa yang tidak mampu mengimbangi pengaruh atau dampak globalisasi tersebut. Dan hal ini kemungkinan besar terjadi pada negara-negara maju yang menginginkan tercapainya misi negara-negara tersebut dalam mengusung gaya ideologi kepitalisme dan liberalisme. Mereka dapat memasuki wilayah negara yang sedang berkembang dengan mengusung misi “kebebasan” disemua aspek, yaitu politik, ekonomi dan sosial budaya. Tidak dapat disangkal lagi bahwa pengaruh globalisasi dibidang ekonomi sangat menguntungkan negara negara maju, karena dalam upaya memperbaiki ekonomi negara-negara berkembang, terdapat unsur-unsur ideologi yang disusupkan kedalam suatu negara, seperti Amerika Serikat yang berada dibalik lembaga bantuan peminjaman seperti IMF dan Bank Dunia, jika ingin memberikan bantuan maka salah satu persyaratan menerima prinsip pasar bebas. Hal ini bagi negara berkembang seperti negara Indonesia akan berakibat hanya dijadikan negara koloni, yaitu tidak lebih hanya pasar barang dan tempat pemasaran industri oleh negara-negara maju. Pengaruh globalisasi bagi Indonesia menimbulkan keterpurukan ekonomi yang disebabkan ketidak mampuasn kita dalam bersaing secara cepat pada hasil-hasil produksi di tanah air. Demikian juga tingkat ketergantungan kita secara tidak sadar telah mengikat secara politik prinsip-prinsip kapitalis dan pemikiran liberal.
2.    Politik
Timbulnya kelas menengah baru pertumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah baru. Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas menengah dinegara-negara barat. Dapat diramalkan, kelas menengah baru ini akan menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.
Proses regenerasi kepemimpinan. Sudah barang tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan berpendapat dalam gaya dan substansi politik yang diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan semakin kental.
Di bidang politik internasional juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi kominikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan dibidang teknologitransportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran tersebut akan terwujud dalam kerjasama dalam bidang ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.
3.    Ekonomi
Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi kita dapat rasakan manfaat positifnya antara lain :
a.    Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
b.   Terjadinya industralisasi
c.    Produktifitas dunia industri semakin meningkat
d.   Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut
e.   Di bidang kedokteran dan kemajuan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi, meskipun demikian ada pula dampak negatifnya antara lain :
·      Terjadinya pengangguranbagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan
·      Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga akan melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan (konsumtif, boros, dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”)


4.   Sosial Budaya
Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat :
a.    Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan, maupun dalam dunia bisnis, bahkan perubahan prilaku ke arah prilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol. Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women (from Liberation to Leadership) yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya
b.   Meningkatkan rasa percaya diri, kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia
c.    Tekanan, kompetisi yang tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras. Meskipun demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatif pada aspek budaya :
·      Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya dikalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”
·      Kenakala dan tindakan menyimpang dikalangan remaja semakin meningkat, semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong-royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut dapat dilihat bersama, kenakalan dan tindakan menyimpang dikalangan remaja dan pelajar semakin meningkan dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggar lalu lintas, bahkan sampai tindak kejahatan
·      Pola interaksi antar manusia yang berubah, kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah keatas telah mengubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telepon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program Internet Relay Chatting (IRC), internet dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupan sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet telah memberi peluang bagi banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendiri dengan komputer. Melalui program IRC anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kepan saja


5.    Pertahanan dan Keamanan
Pengaruh globalisasi dibidang hankam sangat tampak terutama pada industri-industri pertahanan sebagai tatanan segenap potensi industri nasional baik milik pemerintah ataupun swasta, yang mampu secara sendiri atau kelompok untuk sebagian atau seluruhnya menghasilkan peralatan hankam serta jasa pemeliharaan guna kebutuhan pertahanan dan keamanan negara.
Bidang-bidang industri pertahanan dan keamanan khususnya negara Indonesia, telah berupaya melakukan kerja sama dengan negara-negara lain baik untuk kepentingan TNI darat, laut, udara maupun kepolisian negara sebagai berikut :
a.    Sistem senjata meliputi platform, senjata dan bahan peledak
b.   Sistem Komando Kendali Komunikasi dan Informasi (K3J)
c.    Untuk platform udara

Tugas ISD 4


Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan

1.     Pengertian Ilmu Pengetahuan dan Sikap yang Berkaitan Dengan Ilmu Pengetahuan
a.    Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dngan membatasi lingkup perdagangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
b.   Sikap yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan (Ilmiah) antara lain :
·      Sifat ingin tahu (Corious)
Merupakan sikap awal untuk mengetahui segala sesuatu yang lain dari pada yang lain sehingga ingin tau apa yang dihadapinya
·      Sifat kritis (Critical)
Merupakan sikap pola pikir yang berpikir untuk tidak langsung menerima sebuah kesimpulan tanpa ada bukti apa-apa
·      Sifat objektif (Objective)
Merupakan sebuah sikap yang mengarah kesuatu objek kemudian ingin meneliti objek tersebut
·      Sifat ingin menemukan (Want to Find)
Merupakan sikap terahir dari sifat ilmiah yaitu sifat yang ingin menemukan sesuatu yang baru dan berguna untuk kepentingan umum
·      Jujur
Seorang ilmuan wajib melaporkan hasil pengamatan secara objektif. Dalam kehidupan sehari-hari mungkin saja ia tidak jujur dari manusia lain, tetapi dalam hal penelitian ia harus sejujur-jujurnya dalam melaporkan penelitian
·      Terbuka
Seorang ilmuan memiliki pandangan luas, terbuka dan bebas dari praduga. Ia tidak akan meremehkan suatu gagasan baru. Ia akan menghargai setiap gagasan baru dan mengujinya sebelum menerima/menolaknya. Jadi ia terbuka akan pendapat orang lain
·      Toleran
Seorang ilmuan tidak merasa bahwa ia paling hebat. Ia bersedia mengakui bahwa orang lain mungkin mempunyai pengetahuan yang lebih luas, atau mungkin saja pendapatnya bisa salah. Dalam belajar menambah ilmu pengetahuan, ia bersedia belajar dari orang lain, membandingkan pendapatnya dengan pendapat orang lain, serta tidak memaksa pendapat kepada orang lain
·      OptimisI
lmuan dalam mencari kebenaran akan bersikap hati-hati, meragui dan skeptis. Ia akan menyelidiki bukti-bukti yang melatarbelakangi suatu kesimpulan. Ia akan bersikap kritis untuk memperoleh data yang menjadi dasar suatu kesimpulan tanpa didukung bukti-bukti yang kuat
·      Optimis
Seorang ilmuan selalu berpengharapan baik. Ia tidak akan berkata bahwa sesuatu itu tidak dapat dikerjakan, tetapi akan mengatakan “berikan saya kesempatan untuk memikirkan dan mencoba mengerjakan”
·      Pemberani
Ilmuan sebagai pencari kebenaran harus berani melawan semua kesalahan, penipuan, kepura-puraan, kemunafikan dan kebatilan yang akan menghambat kemajuan
·      Kreatif
Ilmuan dalam mengembangjan ilmunya harus selalu kreatif agar terlihat lebih menarik


2.    Pengertian Teknologi dan Perbedaan Ciri Teknologi Barat dan Timur

a.    Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan begi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
b.   Ciri-ciri fenomena teknik pada masyarakat :
·      Rasionalitas, artinya tindakan yang spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
·      Artifisialitas, artinya selalu membuat suatu yang buatan atau tidak alamiah
·      Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis
·      Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
·      Monoisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
·      Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi, bahkan dalam menguasai kebudayaan
·      Otonomi, artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri

Ciri-ciri teknologi barat :
·      Serba intensif dalam segala hal, seperti modal, organisasi, tenaga kerja dan lain-lain, sehingga lebih akrab dengan kaum elit dari pada dengan buruh itu sendiri
·      Dalam struktur sosial, teknologi barat bersifat melestarikan sifat kebergantungan
·      Kosmologi atau pandangan teknologi barat adalah : menganggap dirinya sebagai pusat yang lain


3.    Kaitan Antara Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Nilai

a.    Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki 3 komponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusunnya dimana ketiganya erat kaitannya dengan nilai moral yaitu :
·      Ontologis (Objek Formal Pengetahuan)
Ontologis dapat diartikan hakikat apa yang dikaji oleh pengetahuan, sehingga jelas ruang lingkup wujud yang menjadi objek penelaahannya
·      Epistemologis
Epistemologis seperti diuraikan diatas tetapi merupakan cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi tubuh pengetahuan
·      Aksiologis
Aksiologis adalah asas menggunakan ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan. Kaitan ilmu dan teknologi dengan nilai moral, berasal dari akses penerapan ilmu dan teknologi sendiri

b.      Dalam hal ini sikap ilmuan dibagi menjadi dua :
·      Golongan yang menyatakan ilmu dan teknologi adalah bersifat netral terhadap nilai-nilai baik secara ontologis maupun aksiologis, soal penggunaan terserah pada ilmuan tersebut, apakah digunakan untuk tujuan baik atau buruk. Golongan ini berasumsi bahwa kebenaran itu dijunjung tinggi sebagai nilai, sehingga nilai-nilai kemanusiaan lainnya dikorbankan demi teknologi
·      Golongan yang menyakatan bahwa ilmu dan teknologi itu bersifat netral hanya dalam batas0batas metafisik keilmuan, sedangkan dalam penggunaan dan penelitian harus berlandaskan pada asas-asas moral atau nilai-nilai. Golongan ini berasumsi bahwa ilmuan telah mengetahui ekses-ekses yang terjadi apabila ilmu dan teknologi disalah gunakan




4.   Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsi dari kemiskinan

a.    Kemiskinan lazimnya dilukiska sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatakan berada dibawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh (Emil Salim, 1982)
b.   Ciri-ciri kemiskinan antara lain :
·      Tidak memiliki faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, keterampilan dan lain-lain
·      Tidak memiliki kemungkinan untuk memperolehaset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usaha
·      Tingkat pendidikan yang rendah, tidak sampai tamat sekolah dasar karena harus membantu orang tua mencari tambahan penghasilan
·      Kebanyakan tinggal didesa sebagai pekerja bebas (serabutan)
·      Banyak yang hidup di kota berusia muda dan tidak mempunyai keterampilan

c.    Fungsi kemiskinan
·      Fungsi Ekonomi
Penyediaan tenaga untuk pekerjaan tertentu menimbulkan dana sosial, membuka lapangan kerja baru dan memanfaatkan barang bekas (masyarakat pemulung)
·      Fungsi Sosial
Menimbulkan altruisme (kebaikan spontan)dan perasaan, sumber imajinasi kesulitan hidup bagi si kaya, sebagai ukuran kemajuan bagi kelas lain dan merangsang munculnya badan amal
·      Fungsi Kultural
Sumber inspirasi kebijaksanaan teknokrat dan sumber inspirasi sastrawan dan memperkaya budaya saling mengayomi antara sesama manusia
·      Fungsi Politik
Berfungsi sebagai kelompok gelisan atau masyarakat marginal untuk musuh bersaing bagi kelompok lainnya


5.    Kaitan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan Kemiskinan
Ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki kaitan yang jelas, yakni teknologi merupakan penerapan dari ilmu pengetahuan. Selain itu, teknologi juga mengandung ilmu pengetahuan didalamnya. Ilmu pengetahuan digunakan untuk mengetahui “apa”  untuk mengetahui “apa”  sedangkan teknologi digunakan untuk mengetahui “bagaimana”. Perubahan teknologi yang cepat dapat menyebabkan kemiskinan, karena dapat menyebabkan kemiskinan, karena dapat menyebabkan perubahan sosial yang fundamental.